Apa Itu Kista Bartholini ?

Leave a comment

Kista bartholini adalah masalah yang terbanyak ditemukan pada wanita usia reproduksi. Insiden tertinggi timbulnya kista terutama pada usia 20-30. Pada saat wanita berumur 30 tahun terjadi involusio kelenjar bartholini secara perlahan-lahan sehingga kejadian pada wanita berusia 40 tahun ke atas jarang ditemukan. Namun, tidak menutup kemungkinan kista bartholini dapat terjadi pada wanita yang lebih tua atau lebih muda. Kurang dari 2% wanita dapat mengalami kista atau abses bartholini pada suatu periode kehidupannya.

Baca Juga: Khasiat QnC Jelly Gamat

Kelenjar bartholini dinamakan juga glandula vestibularis mayor yang memiliki panjang saluran 1-2 cm dan bermuara di kedua sisi bibir kemaluan. Saluran pada kelenjar bartholini rentan terhadap infeksi. Karena bentuknya yang pendek dan sempit. Infeksi biasanya disebabkan karena bakteri terutama Neisseria gonorrhoeae tetapi dapat pula ditemukan infeksi sekunder oleh bakteri streptococcus, Staphylococcus atau E. Coli. Kista bartholini terjadi ketika kelenjar mengalami infeksi atau peradangan yang menyebabkan sumbatan sehingga cairan lendir yang bercampur dengan nanah akan berkumpul dan membentuk sebuah kantung kista. Abses dapat terjadi jika kista mengalami infeksi, abses bartholini dapat disebabkan oleh sejumlah bakteri. Ini termasuk orgasme yang menyebabkan penyakit menular seksual seperti Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrheae. Umumnya abses ini melibatkan lebih dari satu jenis organisme.

Infeksi pada kelenjar bartholini paling banyak disebabkan Neisseria gonorrheae yang ditularkan melalui kontak alat kelamin. Neisseria gonorrhoeae adalah suatu bakteri yang tumbuh dan berkembang biak dengan cepat di bagian tubuh yang lembab dan hangat seperti cervix, urethra, mulut atau anus. Pada wanita, penyakit ini dapat menyebar ke uretus (rahim) dan tuba falopii (saluran telur) yang apabila tidak diobati dapat mengakibatkan kemandulan.

Tanda dan Gejala Kista Bartholini

kista bartholini

Pada saat terjadi peradangan, maka kelenjar bartholini akan membengkaka, merah dan nyeri tekan. Kelenjar bartholini membengkak dan terasa nyeri bila penderita berjalan dan sukar duduk. Kista bartholini tidak selalu menyebabkan keluhan akan tetapi kadang dirasakan sebagai benda yang berat dan menimbulkan kesulitan pada waktu berhubungan seksual. Tanda kista bartholini yang tidak terinfeksi berupa penonjolan yang tidak nyeri pada salah satu sisi vulva disertai kemerahan atau pembengkakan. Adapun jika kista terinfeksi maka dapat berkembang menjadi abses bartholini dengan gejala klinik berupa:

  • Nyeri saat berjalan, duduk, beraktifitas fisik atau berhubungan seksual
  • Umumnya tidak disertai demam, kecualli jika terinfeksi dengan organisme yang ditularkan melalui hubungan seksual.
  • Pembengkakan pada vulva selama 2-4 hari
  • Biasanya ada secret di vagina
  • Dapat terjadi rupture spontan.

Dianjurkan lakukan pemeriksaan secara medis, bila gejala mulai dirasakan seperti diatas. terimakasih telah berkunjung disitus kami mengenai berbagai jenis penyakit kista.

| Apa Itu Kista Bartholini

Artikel lainnya: