Perbedaan Antara Kista Dengan Miom

Leave a comment

Perbedaan Antara Kista Dengan Miom,- Organ reproduksi wanita merupakan organ yang sangat kompleks. Didalam organ tersebut sering ditemui kelainan seperti tumor, kista dan miom. Kista dan miom merupakan jenis penyakit yang paling banyak ditemukan di dalam organ reproduksi wanita.

Kista danmiom adalah sama-sama tumor jinak yang membedakannya adalah kista berisi cairan sementara miom adalah daging yang tumbuh. Para dokter belum mengetahui bagaimana kista bisa muncul meskipun diduga karena faktor adanya zat kimia yang mengendap di dalam tubuh, sementara miom terjadi karena faktor hormonal dan gaya hidup.

Banyak wanita kurang menyadari kelainan ini karena dalam kasus yang ringan jenis penyakit kista dan miom tidak disertai dengan keluhan yang berarti. Hal ini membuat penanganan yang dilakukan oleh dokter kadang sudah terlambat karena penyakit yang diderita sudah dalam kondisi lanjut. Selain itu, banyak wanita yang tidak mengetahui dengan baik perbedaan kista dengan miom karena kedua gangguan tersebut memang menunjukkan gejala yang hampir sama. Diagnosa umumnya diketahui setelah melakukan pemeriksaan USG.

Definisi Kista dan Miom

kista
kista

Pemeriksaan kondisi rahim dengan menggunakan USG akan menunjukkan keberadaan dan ukuran kista sertamiom dengan hasil yang akurat. Kemajuan teknologi ini cukup membantu deteksi dini berbagai kelaianan diorgan reproduksi wnaita.

Banyak orang yang menganggap sama kista dan miom. Padahal keduanya sangat berbeda. Berikut ini dua perbedaan kista dengan miom yang paling utama:

  • Kista merupakan jenis tumor jinak yang berisi cairan ataujaringan tubuh seperti tulang lemak, gigi dan rambut yang terbungkus sebuah jaringan.
  • Miom sering disebut sebagai daging tumbuh ang sebetulnya adalah jaringan di otot rahim yang berkembang menjadi tumor jinak.

Besarnya kista dan miom bervariasi mulai dari beberapa gram hingga mencapai 5 kg. Keduanya rentan menyerang wanita yang berusia diatas 30 tahun.

Perbedaan Menurut Lokasinya

Kista:

  • Biasa terdapat dirahim, saluran telur, indung telur, dan juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan).
  • Bisa juga terjadi di bagian tubuh lain seperti gusi.

Miom:

  • Sebagian besar miom tumbuh di dalam dinding rahim (miom uteri). Gejala yang ditimbulkan biasanya tidak akan terlalu berat dan jarang mengganggu kehamilan.
  • Sebagian kecil lagi tumbuh di leher rahim (miom servik uteri).Bisa menyebabkan infertilitas, karena akan mengganggu masuknya sperma ke rahim.
miom
miom

Perbedaan Menurut Gejalanya

Kista:

  • Nyeri di perut bagian bawah.
  • Nyeri saat haid.
  • Sering merasa ingin buang air besar atau kecil.
  • Pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut.

Catatan: ada jenis kista yang tidak memberikan rasa nyeri, sehingga penderita tidak menyadarinya.

Miom

  • Nyeri di perut bagian bawah, atau di sekitar pinggul.
  • Nyeri saat sanggama.
  • Gangguan haid, seperti nyeri saat haid, perdarahan haid sangat banyak, dan haid tak beraturan (sering haid).
  • Perut terasa penuh.
  • Sebagian wanita kadang mengeluhkan frekuensi buang air kecil yang tinggi (ingin pipis terus).

Penyebab

Kista

  • Sampai sekarang belum diketahui pasti, sehingga belum bisa dicari cara pencegahannya. Tetapi diduga, kista disebabkan pencermaran oleh bahan-bahan yang bersifat karsinogenik, misalnya zat kimia.

Miom

  • Faktor hormonal, terutama hormon estrogen. Miom cenderung berkembang pada masa reproduksi, dan dapat bertambah besar dengan cepat selama kehamilan. Miom biasanya menyusut setelah menopause ketika kadar estrogen menurun.
  • Faktor-faktor lain seperti ketidakseimbangan emosi, misalnya sering stres, daya tahan tubuh rendah, dan gaya hidup yang tidak seimbang.

Itulah perbedaan antara kista dengan miom. Semoga anda mengetahui jenis penyakit apa yang kini anda rasakan, sehingga mendapatkan pengobatan yang tepat. Aamiin

Baca Juga: Khasiat QnC Jelly Gamat

| Perbedaan Antara Kista Dengan Miom

Simak Artikel Lainnya:

Penyebab Serta Pemicu Terjadinya Kista Ovarium

Leave a comment

Terdapat beberapa pantangan makanan untuk penderita kista ovarium yang merupakan salah satu langkah awal mencegah penyakit kista yang lebih serius. Selain mengetahui itu juga diperlukan pengetahuan mengenai penyebab serta faktor pemicu terjadinya kista ovarium.

Fungsi normal ovarium adalah untuk menghasilkan telur setiap bulan, selama proses ovulasi. Struktur kista yang disebut folikel terbentuk di dalam ovarium. Folikel pecah ketika telur matang dilepaskan selama ovulasi. Jika folikel gagal untuk pecah dan melepaskan telur, cairannya tetap tinggal dan dapat membentuk kista kecil (lebih kecil dari 4 cm). Ini normal terjadi dan kondisi ini disebut sebagai kista fungsional yang biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Kista ovarium abnormal, sepeprti polycystic ovarian disease dapat terjadi sebagai akibat dari ketidak seimbangan hormon wanita ( estrogen dan progesteron).

Baca juga: Khasiat QnC Jelly Gamat

Sakit atau nyeri ketika haid merupakan hal yang mungkin sudah bias bagi wanita karena mereka akan mengalaminya setiap bulan sesuai dengan siklus haid masing-masing. Banyak wanita yang akrab dengan nyeri haid semacam ini sehingga mereka tidak menganggap sakit atau nyeri haid sebagai hal yang menakutkan apalagi hal yang mengancam kesehatan mereka. Namun, wnaita perlu lebih waspada ketika mereka merasakan nyeri yang luar biasa ketika haid karena hal ini mungkin merupakan gejala kista ovarium yang menjadi momok menakutkan bagi banyak wanita. Nyatanya, ada berbagai penyebab terjadinya kista terutama kista ovarium yang perlu lebih dipahami oleh wanita.

Wanita perlu lebih waspada jika ada keluarga dekat yang pernah mengalami penyakit ini karena ada kemungkinan penyakit ini menurun pada generasi selanjutnya. MEskopun demikian, pola hidup sekarang yang cenderung tidak sehat juga mungkin membawa andil besar sebagai penyebab terjadinya kista ovarium.

Faktor resiko yang menjadi penyebab berkembangnya kista ovarium, diantaranya yaitu:

  • kistaRiwayat kista ovarium terdahulu
  • Siklus haid tidak teratur
  • Perut buncit
  • menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
  • Sulit hamil
  • Penderita hipotiroid
  • Penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen).

Itulah beberapa poin tentang penyebab serta pemicu terjadinya ksita ovarium. Selain itu, terdapat juga jenis penyakit kista lainnya yang dapat menyerang wanita. Untuk itu, kita harus pandai dan mengetahui cara mencegah penyakit kista karena seperti yang anda telah ketahui bahwa apabila kista menyerang pada orang yang sedang hamil maka akan berpengaruh pada masa kehamilannya. Untuk itu segeralah lakukan penanganan secepat mungkin.

| Penyebab Serta Pemicu Terjadinya Kista Ovarium

Pantangan Makanan Untuk Penderita Kista Ovarium

Leave a comment

Apabila anda adalah salah satu penderita penyakit kista, penting untuk anda mengetahui tentang pantangan makanan untuk penderita kista ovarium. Perkembangan kista ovarium dapat mengakibatkan gangguan kesuburan sehingga sulit untuk hamil, bahkan kista berpengaruh pada masa kehamilan. Meskipun pada dasarnya kista akan sembuh dengan sendirinya akan tetapi ketidaknyamanan bagi wanita yang menderita kista akan sering dirasakan terutama terasa nyeri pada bagian bawah perut, terjadinya pendarahan menstruasi yang sangat berat. Meskipun kista merupakan penyakit keturunan atau degeneratif, tidak menutup kemungkinan anda dapat mengembangkannya, sehingga sebaiknya anda menjaga gaya hidup sehat termasuk dalam mengkonsumsi makanan sehingga terhindar dari jenis penyakit kista. Begitu pula bagi anda yang pernah mengalami kista, menjaga asupan makanan yang sehat sangat penting agar kista tidak kembali berkembang di tubuh anda.

Berikut dibawah ini pantangan makanan untuk penderita kista ovarium

pantangan makanan penderita kista
pantangan makanan penderita kista
  • Hindari sayuran tauge, sawi putih dan kangkung

Tauge akan mendorong pertumbuhan sel, dikhawatirkan akan mengembangkan penyakit kista, kemudian sayuran lain seperti sawi putih dan kangkung kurang baik dalam penyerapan obat-obat kista yang sedang anda konsumsi. Dikarenakan sawi putih dan kangkung akan mengurangi efektivitas kerja obat. Bagi anda juga yang telah divonis penderita kista ovarium, kurangi konsumsi cabai karena akan menurunkan jumlah oksigen di dalam tubuh anda.

  • Hindari buah-buahan seperti durian, nangka dan nanas, lengkeng.

Nangka dan lengkeng mengandung zat yang dapat berpotensi mengembangkan sel kanker. Sedangkan buah-buahan seperti durian, nanas, duku danjuga anggur tidak disarankan dalam jumlah banyak dikonsumsi oleh penderita kista karena mengandung alkohol yang dapat mengembangkan sel kanker.

  • Minuman beralkohol dan bersoda

Minuman beralkohol pada dasarnya akan memberikan pengaruh yang buruk pada kesehatan, tidak menutup kemungkinan bagi anda yang menderita kista atau pernah menderita kista, Begitu pula dengan minuman bersoda yang akan membuat penderita kista semakin parah.

  • Daging unggas

Daging unggas yang dimaksud adalah daging yang berasal dari hewan ternak yang menggunakan obat-obatan kimia yang disuntikan pada unggas sehingga bobot unggas menjadi meningkat. Hormon yang disuntikan pada unggas yang mempunyai pengaruh yang buruk untuk kesehatan manusia.

  • Kurangi konsumsi seafood

Makanan laut tidak baik apalagi dikonsumsi berlebihan. Kandungan lemak yang tinggi dapat memperburuk kondisi kesehatan anda, kurangi konsumsi seafood bagi anda penderita kista.

  • Hindari makanan yang diawetkan

Penderita kista sebaiknya menghindari makanan yang diawetkan, salah satunya mie instan, ikan asin dan beberapa makanan lainnya. Makanan yang diawetkan mengandung kandungan senyawa kimia yang berbahaya untuk kesehatan.

Baca Juga: Khasiat QnC Jelly Gamat

Maka dari itu, bagi anda yang penderita kista ovarium penting mengetahui pantangan makanan untuk penderita kista ovarium. Karena hal demikian dapat membantu meringkan penyakit kista ovarium anda. Terimakasih atas kungjungan anda.

| Pantangan Makanan Untuk Penderita Kista Ovarium

Artikel lainnya:

Cara Mencegah Penyakit Kista

Leave a comment

Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus oleh selaput semacam jaringan. Bentuknya kistik dan ada pula yang berbentuk seperti anggur. Kista dapat berisi udara, cairan kental, maupun nanah. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal disekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Itu merupakan alasan mengapa tumor jinak relative mudah diangkata melalui pembedahan dan tidak terlalu membahayakan kesehatan bagi penderitannya.

kistaaAdanya kista sering tanpa gejala. Oleh karena itu, diagnosa awalnya agak sulit dilakukan. Beberapa gejala yang dicurigai adalah perut yang agak membuncit, bagian bawah perut yang terasa tidak enak. Kista bila tumbuh secara cepat akan mengganggu orang sehat lainnya. Jika menekan saluran kemih, usus, saraf atau pembuluh darah besar disekitar rongga panggul, tumor akan menimbulkan keluhan seperti:

  • Susah buang air kecih
  • Tidak bisa buang air besar
  • Tungkai merasa kesemutan
  • Kaki sering bengkak.

Karena itu, dibutuhkan cara mencegah penyakit kista, agar terhindar dari jenis penyakit kista yang membahayakan.

Cara Mencegah Penyakit Kista

  • Kurangi makanan yang berkadar lemak tinggi

Konsumsi lemak dalam kuantitas yang besar dapat menyebabkan gangguan hormon dan meningkatkan hormon cortisol. Hormone Cortisol adalah hormonpenyeab stress. Untuk itu, sebisa mungkin jauhi asupan lemak berlebih.

  • Konsumsi Lebih banyak sayur dan buah

Sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin dan mineral. Mampu membuat anda meningkatkan stamina tubuh. Selain itu juga dapat menetralisir bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh anda.

  • Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan

Makanan dengan kandungan antioksidan akan melawan radikal bebas. Radikal bebas yang mungkin dihasilkan karena polusi, debu dan bahan kimia lainnya.

  • Menjaga Pola Hidup Sehat

Mejaga pola hidup sehat adalah hal paling penting yang perlu anda budayakan mulai saat ini. Menghindari rokok adalah tugas utama anda dan mulai berolahraga.

  • Riwayat Kista

Anda perlu mengetahui garis keturunan keluarga anda, apakah salah satu dari anggota keluarga anda ada yang pernah mengalami kista atau tidak, jika ya, berarti peluang anda menderita kista cukup besar, namun dengan melakukan pencegahan melalui pola hidup sehat anda berpeluang kecil menderitanya.

  • konsumsi Obat herbal nyata.

Sudah banyak terbukti orang-orang yang mengkonsusmsi obat-obatan herbal  dalam penyembuhan penyakit kista banyak yang berhasil . Anda bisa menggunakan 30 gram daun dewa, 50 gram temu mangga , 5 gram daging buah mahkota dewa kemudian di rebus bersamaan dengan 800cc air hingga tersisa setengah bagian. Minum secara teratur dua kali sehari. Anda juga bisa mengkonsumsi QnC jelly gamat yang dibuat dari ekstrak teripang laut, baca Khasiat QnC Jelly Gamat.

  • Setelah menikah, usahakan hamil segera

Bagi anda yang sudah menikah , segera mungkin mempunyai momongan untuk menghindari terjadinya pembentukan kista yang disebabkan oleh adanya frekuensi menstruasi dan aktivitas hormon.

  • Lakukan Pemeriksaan Medis

Pemeriksaan medis dapat berupa pemeriksaan klinis genekologik, untuk dapat melihat apakah ada gejala yang memungkinkan pembesaran ovarium .  Dapat juga dengan cara pemeriksaan USG bila memang diperlukan bisa juga menggunakan alat Doppler.  Pemeriksaan medis juga bisa berupa petanda tumor dan pemeriksaan dengan menggunakan CT-Scan. Ada cara medis terbaru adalah dengan menggunakan crystal X yang efektif untuk mencegah penyakit kista.

  • Gunakan Pil KB

Kontrasepsi oral atau pil KB ternyata mampu meminimalisir resiko seseorang terkena kista karena mampu mencegah produksi sel telur.

  • Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan

Beberapa kasus penyakit yang berhubungan dengan area kewanitaan. Disebabkan karena infeksi mikroorganisme yang berkembang. Pencegahan sel-sel tumor agar tidak berkembang dapat dilakukan dengan senantiasa membersihkan dan menjaga kelembapan area kewanitaan.

Meskipun masih bisa dilakukan pengangkatan dengan jalan operasi, akan tetapi ada baiknya untuk anda melakukan dan mengetahui cara mencegah penyakit kista karena bagaimanapun hidup sehat merupakan dambaan setiap orang.

| Cara Mencegah Penyakit Kista

Artikel Lainnya:

Pengaruh Kista Pada Masa Kehamilan

Leave a comment

Terdapat banyak jenis penyakit kista pada wanita dan itu merupakan salah satu masalah pada ibu hamil yang mungkin terjadi karena adanya kista. Gejala kista sulit dibedakan dengan gangguan normal lainnya dan tidak menutup kemungkinanan terjadi pada ibu hamil. Kista merupakan adanya pembengkakan yang terjadi karena kantung kecil berisi cairan. Cairan tersebut bisa berupa nanah atau cairan-cairan lain.

Baca Juga: Jenis Penyakit Kista

Kista pada wanita hamil merupakan jenis kista korpus luteus (CLC = corpus luteal cyst). Kista ini sebenarnya tidak berbahaya dan normal muncul di awal-awal masa kehamilan. Kaitan kista dan kehamilan ini adalah karena setelah sel telur ke luar dari ovarium dan terjadi peleburan dengan sperma. Karena hormone HCG (Human Chorionic Gonadotropin), tempat kosong di dalam ovarium otomatis akan menjadi kista. Bahkan pada beberapa wanita, kista ini bisa menjadi seukuran bola golf. Ketika sang kista sudah menjadi seukuran golf sudah dipastikan akan menimbulkan keresahan luar biasa oleh sang ibu dan khawatir bahwa sang buah hati akan terganggu karena hal ini.

Terdapat 2 jenis kista yang mungkin terjadi pada masa kehamilan, yaitu :

  1. Kista yang disebabkan secara alami (fisiologis)
  2. Kista yang disebabkan karena keadaan tidak normal (patologis)

kehamilan ektopikKista pada saat hamil tidak selamanya membahayakan karena akan mengalami penyusutan sekitar minggu kesepuluh dan hilang pada minggu keenam belas kehamilan. Kista yang terbentuk saat hamil tidak membahayakan bagi ibu hamil atau janin. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan rasa sakit yang disebabkan kram perut dan mulas. Menurut para dokter, kista secara alami (fisiologis) yang terjadi pada ibu hamil tidak akan mempengaruhi janin. Janin akan berpotensi tumbuh dengan baik dan sehat.

Kista yang berbahaya pada ibu hamil di picu karena adanya perubahan sel kanker yang beresiko menimbulkan keguguran. Harus dilakukan deteksi dini pada awal kehamilan dengan cara akurat. Dengan menggunakan USG anda dapat mengetahui diameter dari kista jenis patologis (bahaya). Jika kista yang ditemukan melebihi diameter 5 cm, apalagi jika sudah memiliki diameter hingga 15 cm diperkirakan akan mengganggu kehamilan. Kista yang berasal dari rongga panggul mempunyai ciri yaitu memiliki akar sehingga akan memicu komplikasi torsi. Perkembangan komplikasi ini mengalami tingkatan serius pada umur kehamilan 10-15 minggu.

Adapun gejala yang dirasakan adalah anda akan mengalami nyeri perut bagian bawah, mual-mual, demam ringan. Pada kondisi tertentu jika kista pecah, maka anda akan mengalami muntah disertai dengan nyeri yang tidak tertahankan di bagian bawah perut. Gejala kista ini mirip dengan adanya ruptur kehamilan ektopik (kehamilan diluar kandungan). Bahaya dari kista jenis ini adalah timbulnya gangguan pada janin. Sehingga akan menghambat pertumbuhan hingga mengakibatkan terjadinya kematian dalam rahim (oburtus). Maka akan dilakukan pengangkatan dengan cara pembedahan operasi. Ketika terdeteksi di awal kehamilan, maka akan dilakukan pada trisemester pertama kehamilan untuk mencegah adanya abortus yang spontan.

Baca Juga: Khasiat QnC Jelly Gamat

Penting untuk kita mencari tahu mengenai Pengaruh Kista Pada Masa Kehamilan. Maka dari itu, kami menyarankan untuk tetap waspada dan mencegah dengan cara periksakan secara rutin kandungan anda. Meskipun pada masa kehamilan muda ditemukan adanya bentuk kista, belum tentu itu adalah kista patologis atau bahaya karena bentuk kista ini mirip dengan corpus luteum (CL). Namun, bukan berarti anda tidak peka terhadap gejala-gejala awal penyebab pertumbuhan kista fisiologis yang mengarah pada jenis penyakit kista patologis (berbahaya).

| Pengaruh Kista Pada Masa Kehamilan

Jenis-Jenis Penyakit Kista Pada Wanita

Leave a comment

Kista adalah tumor jinak yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah ataupun bahan-bahan lainnya. Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dan tidak membahayakan kesehatan.

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sedangkan kista neoplastik umumnya menggunakan cara pembedahan atau operasi, namun hal itupun tergantung pada ukuran dan sifatnya.

Selain pada ovarium, kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Berikut ini kenali jenis-jenis penyakit kista pada wanita.

kista
jenis penyakit kista pada wanita
  • Kista Folikuler

Yaitu, jenis kista yang paling sering terjadi. Kista ini terbentuk karena sel telur tidak dilepaskan pada saat ovulasi (proses pelepasan sel telur dari indung telur ke rahim). Jenis kista ini kadang dapat menimbulkan nyeri, namun kebanyakan tidak menimbulkan gejala dan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan. Namun, kami sarankan untuk menghindari dan mencegah terjadinya sesuatu yang lebih serius, segera lakukan penanganan terhadap gejala yang anda rasakan. Baca Artikel kami mengenai obat kista manjur

  • Kista Korpus luteum

Yaitu, kista yang terbentuk setelah sel telur dilepaskan dari ovarium. Derah ovarium yang menghasilkan sel telur kemudian akan berubah menjadi jaringan bernama korpus luteum yang akan menghilang jika tidak terjadi kehamilan. Namun, pada kasus tertentu, ia dapat terisi dengan cairan atau darah yang menetap di dalam ovarium tanpa menimbulkan gejala.

  • Kista dermoid

Yaitu, kista yang berisi jaringan tubuh, seperti lemak, tulang, gigi, rambut, dll. Kista ini dianggap sebagai tumor jinak yang biasanya megnenai wanita muda.

  • Kista cokelat atau endometriosis

Yaitu, kista yang terbentu karena adanya jaringan dalam rahim yang terdapat didalam ovarium. Akibatnya, saat siklus menstruasi ia akan luruh dan mengeluarkan darah, namun terjebak di dalam ovarium. Ini dapat menyebabkan nyeri dangganguan kesuburan pada wanita.

  • Cystadenoma

Yaitu, tumor jinak yang berkembang dari jaringan ovarium berisi cairan berlendir. Kista jenis ini dapat membesar dengan berdiameter mencapai lebih dari 12 inchi.

  • Sindrom Polikistik Ovari

Yaitu, kista ovarium yang tumbuh dalam jumlah yang banyak di dalam ovarium. Penyebabnya adalah berlebihnya hormone androgen atau faktor keturunan. Kista ini dapat menyebabkan kemandulan, pendarahan, gangguan kehamilan dan keguguran, bahkan kanker endometriosis yang juga kompilakasi penyakit berbahaya seperti diabetes, jantung dan kolesterol. Penyakit ini menyerang 4-7% wanita yang dalam usia produktif.

  • Kista Hemoragik (Hemorrhagic Cyst)

Kista hemoragik merupakan jenis ovarium fungsional yang terjadi jika ada pendarahan yang muncul pada kista. Gejala yang mungkin muncil adanya sakit pada perut di salah satu sisi tubuh.

Itulah, sajian mengenai jenis-jenis penyakit kista pada wanita. Dengan mengetahuinya, semoga anda dapat lebih waspada terhadap penyakit yang mungkin saja dapat menyerang anda kapan saja. Dan semoga artikel kami menjadi sebuah awal dari pencegahan dari penyakit kista. Segera periksakan jika terdapat gejala aneh yang dirasakan oleh anda.

Terimakasih atas kunjungannya. Semoga anda selalu diberikan kesehatan. Aamiin

| Jenis-Jenis Penyakit Kista Pada Wanita