Keadaan yang Tidak Boleh Diabaikan Saat Haid

Leave a comment

Sebagian wanita yang sedang mengalami menstruasi atau haid sering mengalami sakit pada bagian perut, pusing, lelah, dll. Namun, keadaan seperti itu tidak selalu wajar dirasakan oleh sebagian wanita. Karena, ada beberapa kondisi tersebut yang menunjukkan adanya penyakit serius. Berikut dibawah ini beberapa keadaan yang tidak boleh diabaikan saat haid.

Keadaan yang Tidak Boleh Diabaikan Saat Haid

keadaan-yang-tidak-boleh-diabaikan-saat-haid

Demam
Menurut sebagian orang menganggap demam sebagai imbas infeksi bakteri karena terlalu lama mengenakan pembalut. Namun, padahal kondisi ini sering dialami oleh mereka yang memiliki penyakit radang panggul.

Siklus haid tidak teratur

hormon yang tidak seimbang menjadi salah satu penyebab siklus menstruasi tidak teratur. Kelebihan hormon prolatin yang ditandai dengan keluarnya cairan susu dari puting adalah pemicu tidak lancarnya siklus haid. Kondisi seperti ini juga menjadi indikasi adanya sindrom ovarium polikistik.

Darah yang berlebihan
Saat haid, sebaiknya Anda perhatikan seberapa sering Anda ganti pembalut dalam sehari. Apabila setiap sejam sekali, hal ini perlu menjadi perhatian Anda, dan segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter. Banyaknya darah yang keluar bisa menyebabkan Anda pusing, kelelahan bahkan pingsan.

Kembali berdarah
Kondisi seperti ini sering dialami oleh mereka yang mengonsumsi pil KB. Darah keluar lagi selang beberapa hari setelah siklus haid berhenti. Namun, pada mereka yang tidak mengonsumsi pil KB, hal ini patut dipertanyakan. Dilansir Women’s Health, kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan polip yang berlebih di dinding rahim.

Selain itu, pendarahan setelah berhubungan seks juga bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan. Hal tersebut menunjukkan kelainan seperti sel displasia abnormal pada dinding rahim yang dapat berkembang menjadi kanker serviks jika tidak segera diobati dan diatasi dengan tepat.

Nyeri haid tidak bisa diobati
Penyebab paling umum dari kram saat haid adalah bahan kimia prostaglandin. Bahan ini biasanya terdapat pada obat anti peradangan nonsteroid yang menghalangi produksi darah berlebih.

Jika obat pereda nyeri tidak mampu menahan rasa sakitnya, bisa jadi Anda menderita endometriosis. Kondisi ini memungkinkan Anda untuk menjalani perawatan lebih lanjut seperti obat atau operasi.

Nah, jika Anda merasakan salah satu gejala diatas, sebaiknya segera untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan terdekat yah.

Leave a Reply